Jakarta — Pengurus Perbakin DKI Jakarta resmi memasuki fase kerja nyata usai rangkaian panjang proses organisasi yang dimulai sejak 2025. Ketua Umum Umar Surya Fana menegaskan, momentum pelantikan menjadi titik awal konsolidasi total untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi.
“Pelantikan ini adalah rangkaian akhir dari seluruh proses pemilihan yang kita mulai sejak Agustus 2025, dengan puncaknya di 13 Desember,” ujar Umar dalam keterangannya.
Menurutnya, setelah seluruh tahapan organisasi rampung, fokus Perbakin DKI Jakarta kini diarahkan pada kerja terukur di lapangan. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan sistem kompetisi menjadi agenda utama yang harus segera dijalankan.
Pesan tegas juga disampaikan oleh Ketua Umum PB Perbakin Joni Supriyanto, yang menekankan bahwa organisasi bukan ruang untuk kepentingan pribadi, melainkan wadah pengabdian penuh.
“Tidak pernah kita mencari makan dari organisasi, tapi organisasi yang harus kita backup habis-habisan, mengorbankan semuanya,” tegas Umar mengutip pesan tersebut.
Dalam kerangka itu, Perbakin DKI Jakarta menempatkan prestasi sebagai garis akhir dari seluruh program kerja. Fokus diarahkan pada ekosistem atlet dan pelatih sebagai pilar utama.
“Endingnya adalah buat atlet dan pelatih, kemudian untuk prestasi,” lanjutnya.
Namun, tantangan regenerasi menjadi perhatian serius. Tingginya mobilitas usia pelajar dan mahasiswa dinilai berpotensi menciptakan celah dalam kesinambungan atlet jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kita butuh atlet-atlet baru, khususnya usia muda, supaya tidak terjadi kekosongan regenerasi,” jelas Umar.
Sebagai langkah strategis, Perbakin DKI mulai melakukan pembenahan pada level klub. Klub ditempatkan sebagai ujung tombak pembinaan yang harus lebih aktif, adaptif, dan berkontribusi langsung terhadap pembentukan atlet berprestasi.
“Ke depan kita akan sesuaikan dengan AD/ART yang ada, karena karakter DKI ini berbeda dengan daerah lain,” ungkapnya.
Lebih jauh, Umar menegaskan bahwa pelantikan bukanlah seremoni akhir, melainkan titik awal pembuktian kinerja organisasi secara konkret.
“Kami ingin memastikan bahwa setelah pelantikan ini, Perbakin DKI benar-benar bergerak, bukan hanya ada di atas kertas,” tegasnya.
Dengan semangat yang dibawa dari prosesi pelantikan di Senayan, Perbakin DKI Jakarta kini memasuki fase konsolidasi penuh. Ujian sesungguhnya adalah bagaimana komitmen yang telah diucapkan mampu diterjemahkan menjadi prestasi nyata di lapangan tembak.